sudah hampir 4 tahun kupendam rasa ini, memang sepertinya suatu kebodohan yang teramat sangat. tapi ternyata mengungkapkan itu tak semudah yang kalian kira. yaa, hampir 4 tahun aku hanya bisa mengagumi matanya yang berbinar memancarkan keteguhan hati pembawaan dirinya. tajam, begitu menusuk mata setiap orang yang memandangnya, begitupun aku, seperti terperangkap dalam tatapan matanya yang tajam bagaikan mata elang.
begitupun bibirnya, entah bentuknya atau apalah yang membuatnya begitu sempurna, sungguh mempesonaku.
matanya yang tajam, entah mengapa begitu menarik minatku untuk mengungkap misteri didalamnya, begitu terselubung, abu-abu.
4 tahun, kurang lebih aku mengenalnya dan entah rasa apa ini, tp kukira aku telah menetapkannya menjadi cinta pertamaku.
teman masa putih-abu-abuku, cintaku kala itu. kini hampir 2 tahun lebih tak kupandang indah matanya, manis senyum bibirnya, tapi entah mengapa masih begitu lekat dalam ingatanku senyumnya yang membuatku tenang, kesedihannya yang entah mengapa menyakitiku, tawanya yang begitu lepas juga obrolan kami kala itu.
begitu banyak detail yang ku ingat tentangnya, suaranya, senyumnya, tatapannya bahkan istilah-istilah lucu yang ia uangkapkan ketika kami berbincang.
kini aku sadari, entah apa yang ada dibenakku, dia begitu kuat mematri dirinya dalam benak dan hatiku. rasa cinta ini tak pernah berkurang sedikitpun meski kucoba mencari tambatan hati yang lain.
tahukah ia bahwa aku begitu menghawatirkan keadaanya?
tahukah ia bahwa aku ingin ia baik-baik saja?
tahukah ia bahwa aku inginkan kebahagiaannya?
tahukah ia bahwa aku ingin selalu dapat menghiburnya sangat kesedihan menyapanya?
oh cinta pertamaku, bagaimana kabarmu hari ini?
bahagiakah kaw? tahukah kaw, mengetahuimu berbahagia begitu melegakanku?
atau sedang bersedihkah kaw hari ini? mengetahuimu bersedih membuatku khawatir dan cemas.
to be continued,,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar